PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) | 23 Februari 2012 - 01:54 WIB

Language: English

 
 

 

 

    Polling
   

Setujukah Anda bahwa online social media seperti facebook, blog, dan lainnya mengubah cara perusahaan berkomunikasi?


Getting poll results. Please wait...
 

 

    Galeri Foto
     
   
 

 
 
 
 
 
 
 
 
Berita

KEK MARUNDA SIAP JADI PUSAT LOGISTIK

Monday, 22 March 2010 00:00 WIB

Pemprov DKI akan menjadikan kawasan ekonomi khusus (KEK) Marunda Jakarta Utara sebagai pusat logistik guna mendukung ekspor impor di Jakarta bersama pusat industri yang akan dipertahankan. Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan pengembangan ini agar kawasan Marunda memiliki keuangan kompetitif seperti pusat logistik di Singapura dan Malaysia. "Usulan pengembangan ini akan segera dipaparkan ke pemerintah pusat sebagai langkah lanjut dari rencana pengembangan KEK di Jakarta," ujarnya kemarin.

Untuk mendukung rencana pengembangan itu salah satu proyek prioritasnya adalah pembangunan pelabuhan transit Reede di dekat Banjir Kanal Timur (BKT). Pelabuhan transit itu akan difasilitasi bargas untuk mengangkut peti kemas dari pelabuhan menuju kapal kontainer ukuran besar yang tidak mungkin merapat dan hanya terampung di air dengan kedalaman minimal 18 meter.

"Kami akan bangun pelabuhan ini sesuai dengan standar internasional sehingga bisa bersaing, terdapat dalam peta pelabuhan internasional, dan agar impor barang tidak perlu lagi melalui pelabuhan di Singapura." Selain pembangunan pelabuhan, setidaknya ada tiga proyek infrastruktur yang akan dibangun yakni pembangkit listrik (power plant), pabrik air bersih, dan program insenerator untuk sampah Jakarta. Pembangunan pelabuhan itu diharapkan bisa memberikan kontribusi pendapatan ke Pemprov DKI dalam 2-3 tahun ke depan. Pembiayaan pengembangan kawasan ini, akan dilaksanakan oleh PT. KBN sebagai salah satu badan usaha milik daerah DKI bersama sektor swasta lainnya. Pemprov menargetkan tahun ini nilai saham Pemprov DKI di KBN sudah mencapai 38%, dan dalam 2 tahun ke depan menjadi pemilik saham mayoritas dibandingkan dengan pemerintah pusat yang saat ini menjadi pemegang saham utama. " Kami juga membuka peluang untuk mencari modal kapitalisasi yang tepat untuk memulai pelabuhan dan bargas. " Menurut Fauzi, pengembangan kawasan KEK cukup mendesak karena dapat menjadi sumber penerimaan daerah lainnya selain pajak dan retribusi yang selama ini menjadi andalan DKI. "Karenanya, PT. KBN diharapkan bisa memberi kontribusi cukup besar dan substansial untuk menambah sumber penerimaan daerah."

Pakar rekonomi dari UI sekaligus tim perumus pelaksana proyek KEK Jakarta Dorodjatun Kuntjoro Jakti mengatakan untuk pengembangan pusat kawasan logistik ini diperlukan dana sekitar US$2 miliar.

Disadur dari Bisnis Indonesia Jumat, 19/3


Print View Tell a Friend Share on Facebook Lihat Semua Berita


 
 
 
 

 
 
 
 

PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), Kantor Pusat: Jl. Raya Cakung Cilincing, Tg. Priok Jakarta Utara 14140.
Telepon: +62.21.44820909, Faksimil: +62.21.44820042, Surat Elektronik: marketing@kbn.co.id,  sekper@kbn.co.id
Hak Cipta © 2010 PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) | Dikembangkan oleh SBU Komunikasi & TI PT. KBN (sbucommit@kbn.co.id)