|
|
|
|
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| Berita |
KEK MARUNDA SIAP JADI PUSAT LOGISTIK
Monday, 22 March 2010 00:00 WIB
Pemprov
DKI akan menjadikan kawasan ekonomi khusus (KEK) Marunda Jakarta
Utara sebagai pusat logistik guna mendukung ekspor impor di Jakarta
bersama pusat industri yang akan dipertahankan. Gubernur DKI Fauzi
Bowo mengatakan pengembangan ini agar kawasan Marunda memiliki
keuangan kompetitif seperti pusat logistik di Singapura dan Malaysia.
"Usulan pengembangan ini akan segera dipaparkan ke pemerintah
pusat sebagai langkah lanjut dari rencana pengembangan KEK di
Jakarta," ujarnya kemarin.
Untuk
mendukung rencana pengembangan itu salah satu proyek prioritasnya
adalah pembangunan pelabuhan transit Reede di dekat Banjir Kanal
Timur (BKT). Pelabuhan transit itu akan difasilitasi bargas untuk
mengangkut peti kemas dari pelabuhan menuju kapal kontainer ukuran
besar yang tidak mungkin merapat dan hanya terampung di air dengan
kedalaman minimal 18 meter.
"Kami
akan bangun pelabuhan ini sesuai dengan standar internasional
sehingga bisa bersaing, terdapat dalam peta pelabuhan internasional,
dan agar impor barang tidak perlu lagi melalui pelabuhan di
Singapura." Selain pembangunan pelabuhan, setidaknya ada tiga
proyek infrastruktur yang akan dibangun yakni pembangkit listrik
(power plant), pabrik air bersih, dan program insenerator untuk
sampah Jakarta. Pembangunan pelabuhan itu diharapkan bisa memberikan
kontribusi pendapatan ke Pemprov DKI dalam 2-3 tahun ke depan.
Pembiayaan pengembangan kawasan ini, akan dilaksanakan oleh PT. KBN
sebagai salah satu badan usaha milik daerah DKI bersama sektor swasta
lainnya. Pemprov menargetkan tahun ini nilai saham Pemprov DKI di KBN
sudah mencapai 38%, dan dalam 2 tahun ke depan menjadi pemilik saham
mayoritas dibandingkan dengan pemerintah pusat yang saat ini menjadi
pemegang saham utama. " Kami juga membuka peluang untuk mencari
modal kapitalisasi yang tepat untuk memulai pelabuhan dan bargas. "
Menurut Fauzi, pengembangan kawasan KEK cukup mendesak karena dapat
menjadi sumber penerimaan daerah lainnya selain pajak dan retribusi
yang selama ini menjadi andalan DKI. "Karenanya, PT. KBN
diharapkan bisa memberi kontribusi cukup besar dan substansial untuk
menambah sumber penerimaan daerah."
Pakar
rekonomi dari UI sekaligus tim perumus pelaksana proyek KEK Jakarta
Dorodjatun Kuntjoro Jakti mengatakan untuk pengembangan pusat kawasan
logistik ini diperlukan dana sekitar US$2 miliar.
Disadur
dari Bisnis Indonesia Jumat, 19/3
|
| |
|
|